Wednesday, July 16, 2014

Yerusalem, Kota Para Nabi

Ensiklopedia Peradaban Islam
ANTARA KEIMANAN DAN PENGINGKARAN

Keimanan Kaum Muslim.

Yerusalem (al-Quds) merupakan kota para nabi. Sejumlah nabi yang pernah diturunkan di tanaj suci ini antara lain Nabi Dawud as, Nabi Sulaiman as, dan Nabi Isa as. Umat Islam mengimani kenabian atau kerasulan mereka. Umat Islam juga mengimani risalah yang mereka sampaikan. Hal ini dibenarkan oleh Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw. Bahkan umat Islam membenarkan serta meyakini bahwa kota tersebut merupakan tempat persinggahan Nabi Muhammad Saw ketika melaksanakan Isra' Mi'raj.



Bagi umat Islam, Yerusalem adalah Baitul Maqdis (bait al-maqdis), kota suci. Tepatnya, kota suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Sebab, Baitul Maqdis pernah menjadi kiblat shalat kaum muslimin. Di Baitul Maqdis pula terdapat masjid yang amat bersejarah, sekaligus tertua di dunia setelah Masjidil Haram di Mekkah, yaitu Masjid al-Aqsa.

Saksi Pengingkaran Kaum Yahudi

Kaum Yahudi atau bani Israel adalah kaum yang berkali-kali diseru oleh para rasul agar mereka hanya menyembah Allah Swt. Bahkan, mereka telah diberi kabar tentang akan datangnya nabi terakhir, Muhammad Saw, sekaligus diperintahkan untuk mengimani risalah yang dia bawa, yaitu ISlam.

Ada banyak nabi yang diutus ketengah-tengah bani Israel. Di antara mereka adalah Nabi Musa as (bermula dari Mesir), Nabi Dawud as (di Yerusalem), Nabi Sulaiman as (di Yerusalem), Nabi Ilyas as (di kota Ba'labak), Nabi Isa as (di Yerusalem), dan Nabi Muhammad Saw (ketika kaum Yahudi beremu langsung dengan beliau di Madinah). Hal terakhir ini agak janggal, sebab umumnya para nabi yang menyeru bani Israel untuk menyembah Tuhan Yang Esa (Allah Swt) berasal dari kalangan sendiri. Tapi, kalau di telusuri lebih lanjut sebenarnya bani Israel itu keturunan Nabi Yaqub as. Beliau putra Nabi Ishaq bin Ibrahim as. Namun sayang, kebanyakan dari mereka malah mengingari fakta ini.

Yerusalem hanya salah satu wilayah yang menjadi saksi pendustaan kaum Yahudi terhadap para nabi. Bahkan, selain menolak kenabian mereka, kaum ini terang-terangan mencelakai dan membunuh sejumlah nabi Allah Swt. Lalu, apakah memang tidak ada yang beriman diantara mereka? Ada, namun yang benar-baner mengimani tuntunan para hamba pilihan Allah Swt itu hanya sedikit.

Dari sekian banak pengingkaran bani Israel yang paling mencolok adalah ketika mereka hendak memasuki Yerusalem dan diperintahkan bersujud seraya memohon ampun kepada Allah Swt. Mereka malah sengaja mengganti perintah tersebut. Hal ini di abadikan dalam Al-Qur'an :

"Dan (ingatlah_ ketika Kami berfirman, 'Masuklah ke negeri ini (Baitul Maqdis), lalu makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),' niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.' Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik." (QS al-Baqarah [2]: 58-59).

"Maka apakah kamu sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?" (QS al-Baqarah [2]: 75).

"Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca Kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, 'Itu dari Allah,' padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." (QS Ali Imran [3]: 78).

Saksi Pengingkaran Kaum Nasrani 

Yerusalem pun menjadi saksi pendustaan oleh kaum Nasrani (Kristen) terhadap para nabi, termasuk Nabi Isa as. Mereka melebih-lebihkan kenabian dan kerasulan Isa as, dengan meyakininya sebagai Tuhan, sekaligus sebagai anak Allah. Dengan demikian secara tegas mereka mengingkari sifat ketuhanan Allah Swt, Tuhan yang tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Padahal tidak ada satu pun yang bisa menyamai dan menandingi-Nya. Mereka pun terang-terangan mendustakan datangnya Nabi Muhammad Saw, penutup para nabi, nabi akhir zaman.

"Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalan agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar; Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yanng disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, '(Tuhan itu) tiga,' berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung." (QS an-Nisa [4]: 171).

Jumlah pengikut Yesus (Nabi Isa as) yang benar-benar berada dijalan lurus dan bersungguh-sungguh menaati ajaran beliau cuma sedikit. Mereka itulah yang meyakini Yesus sebatas utusan Allah Swt. Mereka juga membenarkan penyelamatan Allah Swt atas Nabi Isa as yang diangkat kelangit, sehingga beliau luput dari upaya pembunuhan (penyaliban) kaumnya. Selain itu, mereka membenarkan kerasulan Muhammad Saw sebagai nabi terakhir, sekaligus meyakini ajaran yang beliau bawa, yaitu Islam.

"Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, 'Wahai bani Israel! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira tentang seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).' Namun ketika rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata.'" (QS as-Saff [61]: 6).

Seperti halnya kaum Yahudi, Yerusalem juga menjadi saksi atas pengingkaran kaum Nasrani terhadap Allah Swt, hingga hari ini dan hari akhir nanti.

<<<>>>>>


No comments:

Post a Comment