Wednesday, September 21, 2011

SEGELAS SUSU

Suatu hari seorang anak laki- laki miskin yang bekerja sebagai pedagang asongan dalam kompleks perumahan kehabisan uang. Dia sangat lapar. Dia akan meminta makanan pada rumah berikut yang ditemuinya. Akan tetapi dia kehilangan keberanian ketika seorang perempuan muda istri seorang pejabat membuka pintu. Anak tersebut tidak jadi meminta makanan , ia hanya meminta segelas air. Si ibu muda melihat kondisi anak tersebut jatuh kasihan. Ia berpikir "Pastilah anak ini lapar sekali". Kemudian ibu itu masuk kedalam lalu keluar lagi sambil membawa segelas besar susu.

Anak laki-laki tersebut minum dengan lahapnya dan bertanya "Berapa saya harus membayar untuk segelas susu ini" ?.Lalu si ibu menjawab; "Kamu tidak perlu membayar apa-apa, orang tua kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran ketika melakukan suatu kebaikan " ujarnya.


Sambil menghabiskan susunya si anak berkata dalam hati: "Dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku sangat simpati pada ibu yang baik hati ini, ia tidak sombong sekalipun ia orang kaya dan istri pejabat "

Beberapa tahun kemudian ibu muda ini (yang kini dah beranjak lanjut usia) mengalami sakit yang parah dan kritis. Ia mengalami komplikasi berbagai macam penyakit. Dia berobat di balai pengobatan daerah yang ada dikota tersebut. Tapi tidak ada kemajuan, balai pengobatan tidak sanggup mengobatinya. Atas saran keluarga ia dipindahkan ke RSU Pemerintah tapi tetap saja tidak dapat mengobati penyakit komplikasinya. Dengan menjual barang- barang yang tersisa dan bantuan dari teman-teman sesama janda pensiunan akhirnya ibu ini dikirim untuk berobat ke Ibukota karena mereka mendengar di ibukota ada seorang dokter ahli yang bisa mengobati penyakitnya.

Sesampai di rumah sakit ibukota si Ibu dikirim ke Dr Shobur Ali untuk dilakukan pemeriksaan. Ketika dokter membaca riwayat penyakit dan kota asal wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter tersebut. Dokter lansung berdiri dan menuju kamar tempat wanita tersebut dirawat. Dengan sekali pandang saja dia dapat mengenali wanita tersebut.

Dr Shobur Ali kembali keruang konsultasi. Dia lansung melakukan medhical chek-up total dan terapi medis lainnya. Pasien tersebut ditangani langsung oleh sang dokter. Dia bertekad untuk mengobati penyakit sang Ibu , "Pokoknya ibu ini harus sembuh" (dengan izin Allah tentunya) begitu obsesi si dokter. Mulai hari itu si ibu yang tergolek lemah menjadi perhatian penuh si dokter yang diobatinya dengan kasih sayang yang tulus. Sampai bulan ketiga wanita tersebut dengan izin Allah benar- benar sembuh.

Dr Shobur Ali meminta bagian keuangan untuk mengirimkan seluruh tagihan rumah sakit ke mejanya untuk memberikan persetujuan. Lalu dokter menuliskan catatan dibagian atas kertas. Dokter itu memperhatikan dengan tagihan ini si ibu tidak akan sanggup membayarnya walaupun di cicil seumur hidup. Dari cerita si ibu dia mengetahui kalau dia sudah tidak punya apa-apa lagi. Usaha yang di rintis suaminya ketika pensiun bangkrut akibat di tipu relasi bisnisnya. Inilah yang menyebabkan ia jatuh miskin dengan seorang anak yang juga pengangguran. Tagihan rumah sakit akhirnya sampai ketangan si ibu yang malang ini.

Dengan hati was-was si ibu memberanikan diri untuk membuka lembaran tagihan. Disitu tertera semua tagihan selama dia dirawat di rumah sakit. Suatu tagihan yang sangat besar.Tapi.. .. Pada bagian pojok atas kertas ada suatu catatan yang menarik perhatiannya. Di situ tertulis "SUDAH DIBAYAR LUNAS DENGAN SEGELAS BESAR SUSU" Tertanda Dr Shobur Ali"

***

Ketika ditanya, apa yang membuat kebahagiaan manusia saat ini? Mungkin jawaban yang paling tepat adalah dengan memberi kebahagiaan pada orang lain (KG.Lim.1995).
Perasaan apakah yang kita rasakan ketika kita bisa memberikan sesuatu pada orang lain? Tidak lain adalah perasaan lega, bahagia dan gembira.Perasaan itu muncul begitu saja saat kita bisa memberi dengan ikhlas. Bahkan akan muncul perasaan ingin memberi dan memberi lagi.

Memberi memang lebih indah daripada menerima. Memberi merupakan wujud kerendahan hati kita dihadapan sang pencipta. Memberi berarti melakukan inisiatif pertama tanpa mengharapkan balasannya, karena apa yang telah dilakukannya telah diperhitungkan oleh sang pencipta sebagai bagian dari kasih dan amal terhadap sesama.

Begitu juga dengan ibu tadi. Segelas susu yang diberikannya telah memberikan dampak yang luar biasa bagi seorang anak yang ternyata Dr SHobur Ali. Ketika memberi segelas susu pada seorang anak miskin, tidak pernah terlintas dihati si ibu untuk mendapatkan balasan, sekarang ataupun nanti. Semua sudah ada yang mengatur.

Memberi dari kelebihan mungkin sudah biasa dan memang seharusnya dilakukan. Tapi memberi dalam kekurangan dan ketiadaan kita disinilah pemaknaan hidup yang lebih tinggi lagi.

"KALAU KAMU BERBUAT BAIK, SEBETULNYA KAMU BERBUAT BAIK UNTUK DIRIMU SENDIRI. DAN JIKA KAMU BERBUAT BURUK, BERARTI KAMU TELAH BERBUAT BURUK ATAS DIRIMU SENDIRI "
(al-isra : 7)

Kini dari apa yang kita miliki saat ini sudah saatnya kita bagikan pada orang lain.Bukankah apa yang kita miliki saat ini sebagian adalah milik orang-orang yang memerlukannya? yang seharusnya kita berikan? Mari kita memberi, karena perbedaan pengertian antara hemat dan pelit hanya dibatasi oleh selaput yang sangat tipis .Selamat memberi...

1 comment:

  1. “Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”).

    ReplyDelete