Wednesday, September 11, 2013

Waspadai Ancaman Pra-Diabetes


Waspadai Ancaman Pra-Diabetes Sebelum Berubah Jadi Diabetes
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Jakarta, Orang-orang yang terkena diabetes biasanya diawali dengan terkena prediabetes (pra-diabetes). Maka itu waspadai tanda-tanda prediabetes, karena prediabates masih bisa disembuhkan tapi kalau sudah terkena diabetes akan susah sembuh.

Diabetes merupakan salah satu momok bagi kesehatan, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan dapat menimbulkan komplikasi penyakit degeneratif yang berbahaya. Waspada gula darah prediabetes sebelum terlambat menjadi diabetes.


"Kondisi prediabetes tidak boleh dianggap enteng, karena sebagian individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes apabila tidak ditangani dengan baik," ujar Prof DR dr Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE, President Elect 2009-2011 Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia), dalam acara Peluncuran Kampanye Siaga 140 di Harum Manis Resto, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Prof Sidartawan menjelaskan bahwa seseorang dikatakan mengidap prediabetes atau Intermediate Hyperglycemia jika kadar gula darah telah melampaui batas normal, namun belum mencapai batas diagnosa diabetes.

Kadar gula batas normal 80-140 mg/dl (dalam kondisi tidak puasa, 2 jam sesudah makan). Nah, jika gula darah sudah mencapai 140 mg/dl-200 mg/dl sudah masuk kategori prediabetes. Sedangkan gula darah di atas 200 mg/dl masuk kategori diabetes.

Individu dengan prediabetes yang tidak ditangani, dalam waktu sekitar 5-10 tahun akan meningkat menjadi diabetes. Dan jika sudah diabetes, tidak dapat disembuhkan dan lebih sulit penanganannya.

Perjalanan penyakit diabetes tidak terjadi tiba-tiba, tetapi melalui beberapa tahapan. Dimulai dari faktor risiko gaya hidup, terutama obesitas (kegemukan) dan kurang gerak. Jika tidak dikendalikan akan masuk ke tahap prediabetes.

"Risiko munculnya komplikasi penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) sudah dimulai sejak prediabetes. Oleh sebab itu, individu dengan prediabetes memerlukan penatalaksanaan yang memadai, meliputi perubahan gaya hidup yang lebih sehat guna memperbaiki profil glikemia (gula darah) dan menurunkan risiko kardiovaskular," jelas Prof Sidartawan.

Menurut Prof Sidartawan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan pada individu dengan prediabetes, yaitu:
  1. Bagi yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) perlu menurunkan berat badan 5-10 persen dari berat badan awal dan dipertahankan dalam jangka panjang.
  2. Lakukan aktifitas fisik sedang dan teratur, dianjurkan selama 30-60 menit per hari, paling sedikit 4 hari dalam seminggu atau minimal 150 menit/minggu.
  3. Menghindari stres
  4. Mengatur pola makan yang sehat, kurangi konsumsi gula dan lemak, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Tak sama dengan diabetes, individu dengan prediabetes bisa kembali normal. Maka dari itu, dituntut kesadaran tinggi bagi individu tersebut untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. asal menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat.(mer/ir)

1 comment:

  1. Hi

    Doctors at the International Council for Truth in Medicine are revealing the truth about diabetes that has been suppressed for over 21 years.

    Last year they helped over 17,542 type 2 diabetics end the need for prescription drugs, insulin injections and blood sugar monitoring.

    This year they're on track to help over 30,000.

    In just a few weeks, 96% of their patients are able to stop ALL diabetes medication and insulin injections.

    No more neuropathy pain, pricking your finger, or the need for expensive medication.

    Learn about this groundbreaking new research here: Doctors Reversed Diabetes in Three Weeks.

    Take care,

    Talk soon.




    .

    ReplyDelete